Edukasi Parenting: Bijak Menguasai Media Sosial untuk Melindungi Anak di Era Digital

Edukasi Parenting: Bijak Menguasai Media Sosial untuk Melindungi Anak di Era Digital

Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat membuat media sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak. Menyadari pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak di era digital, SDIU Cahaya Al Fatih menyelenggarakan kegiatan parenting bertema “Menguasai Media Sosial dengan Bijak” pada Sabtu, 11 April 2026, pukul 08.00 hingga 11.30 WIB, bertempat di Aula Imam Al-Ghazali.

Kegiatan ini diawali dengan suasana khidmat melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Mr Erwin. Lantunan ayat suci tersebut memberikan ketenangan dan keberkahan, sekaligus mengingatkan pentingnya nilai-nilai spiritual dalam mendidik anak di tengah arus digitalisasi.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Sekolah, Ade Farid Hasyim, yang menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam membentuk karakter anak. Menurut beliau, tantangan zaman saat ini tidak hanya berkaitan dengan akademik, tetapi juga bagaimana anak mampu menyaring informasi dari dunia digital.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Direktur Operasional, Agung Sidiq Rahmatullah, yang menegaskan bahwa literasi digital menjadi kebutuhan utama. Tanpa pemahaman yang baik, media sosial dapat memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap perkembangan mental dan sosial anak.

Memasuki sesi inti, narasumber I Nyoman Ricky Aditya Putra menyampaikan materi secara komprehensif. 

Beliau menjelaskan bahwa media sosial memiliki dampak positif, seperti memudahkan komunikasi, memperluas wawasan, serta menjadi sarana kreativitas bagi anak. Namun, di balik manfaat tersebut, terdapat berbagai risiko yang perlu diwaspadai.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah maraknya konten negatif, cyberbullying, serta kecanduan penggunaan gadget. Selain itu, fenomena judi online juga menjadi ancaman serius, karena kini dapat diakses dengan sangat mudah dan seringkali terselubung dalam bentuk permainan atau iklan yang menarik perhatian anak-anak.

Tidak hanya itu, bahaya pinjaman online (pinjol) juga menjadi pembahasan penting dalam kegiatan ini. Banyak aplikasi pinjol ilegal yang memanfaatkan media sosial untuk menjaring korban, termasuk remaja yang belum memiliki pemahaman finansial yang baik. Risiko dari pinjol ini sangat besar, mulai dari bunga yang tidak wajar, penyalahgunaan data pribadi, hingga intimidasi dalam proses penagihan. Hal ini menjadi peringatan bagi orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak, termasuk aplikasi apa saja yang mereka gunakan.

Aspek keamanan data dan privasi anak juga mendapat perhatian khusus. Anak-anak sering kali belum menyadari bahaya membagikan informasi pribadi di internet. Oleh karena itu, orang tua perlu memberikan edukasi sejak dini tentang pentingnya menjaga data pribadi dan bersikap bijak dalam menggunakan media sosial.

Untuk mengatasi potensi kecanduan, narasumber juga memberikan beberapa solusi praktis, di antaranya membatasi waktu penggunaan gadget, membuat aturan yang jelas di rumah, serta mengajak anak melakukan kegiatan positif di dunia nyata. Orang tua juga diharapkan menjadi teladan dalam penggunaan teknologi, karena anak cenderung meniru perilaku yang mereka lihat sehari-hari.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan, menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap masa depan anak-anak mereka di era digital.

Sebagai penutup, acara diakhiri dengan doa bersama, memohon perlindungan dan bimbingan bagi anak-anak agar terhindar dari pengaruh negatif serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.

Melalui kegiatan parenting ini, diharapkan para orang tua semakin sadar akan pentingnya peran mereka dalam mengawasi dan membimbing anak, sehingga media sosial dapat menjadi sarana yang bermanfaat, bukan menjadi ancaman bagi masa depan generasi muda.

Harap Tinggalkan Jejak

Total Komentar (0)

Login Diperlukan

Silakan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar atau membalas.

Login untuk Berkomentar

Dengan login, komentar Anda langsung terposting tanpa moderasi

Loading...

Tentang Penulis

Artikel ini ditulis oleh:

Resti
Resti Offline
Admin 1

"Belajar bukan karena disuruh, tapi karena ingin tumbuh."

×
Memuat gambar...